Sunday, September 8, 2019

Kitab Yakobus Pasal 3: 14-26





 Kitab Yakobus pasal 3 : 14-16
Pendahuluan
Dalam bagian ini diperkirakan bahwa penulisanya adalah Yakobus anak zebedeus dan Yakobus yang adalah saudara Tuhan kita. Di karenakan dalam perjanjian baru hanya dua orang yang dikemukakan dalam surat ini, namun yang menjadi sasaran objek yaitu Yakobus saudara Tuhan kita yang adalah penulis surat ini. Hal ini dilihat  dari pandangan tradinasional tradisis Yahudi yang kuat dan ketetapan isi surat ini dengan catatan sejarah di dalam perjanjian baru mengenai Yakobus saudara Tuhan kita, semuanya mendudukung pandangan tradinasional mengenai kepenulisan surat ini.[1]
Latar belakang
Surat ini dikelompokan sebagai surat-surat umum karena pada mulanya dialamatkan kepada suatu sidang pembaca yang luas dari pada jemaat lokal.di perkirakan surat ini ditulis pada tahun 45-49 M. tujuan surat ini yaitu suatu peringatan keras terhadap kesalahan praktek hidup. Pengajaran moral, untuk memperbaiki keadaan seluruh jemaat.  Surat ini juga bisa di katakan sebagai kitab Amsal perjanjian baru atau bisa di katakan kitab yang berisi kalimat yang digunakan untuk memberi kesan dan menggerakan hati nurani, bila didengar terus, pengaruhnya akan menyentuh lubuk hati yang paling dalam. Yakobus hanya menyebut dirinya seorang hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus,  para pembaca kitab ini ialah kedua belas suku di perantauan, sebuah sebutan simbolik bagi Gereja Kristen yang kini dipahami sebagai Israel baru, yang anggota-anggotanya  terbesar didunia yang asing dan keras.[2]  Jadi Yakobus tidak menulis suratnya kepada suatu jemaat tersendiri, tetapi kepada kalangan Kristen yang tersebar di seluruh daerah Mediterania. Salam yang di sampaiakan olehnya merupakan salam yang secara umum terdapat di dalam surat-surat Yunani dan juga bentuk salam yang dipakai di dalam surat yang dikirim ke gereja di Yerusalem yang berada di bawah pimpinannya (Kis.15:23).[3]

ISI KAJIAN
1.      Hikmat dari dunia (ayat 15)
Ø  Mula-mula hikmat ini bekerja dalam hati.
Hal ini seharusnya bisa terlihat dari ayat 14, tetapi ayat 14 dalam kitab suci Indonesia ada kekuranganny. Karena itu perhatikan terjemahan dari NIV di bawah ini.
Ay 14 (NIV): But if you harbor bitter envy and selfish ambi­tion in your hearts”  yang berarti : tetapi jika kamu mempunyai iri hati yang pahit dan ambisi yang egois di dalam hatimu.

Apa yang ditimbulkan oleh hikmat ini dalam hati manusia ?
a.       Iri hati ( ay 14 )
Iri hati ini mewujutkan diri dalam keditak-senangan  melihat orang lain diberkati.
Dalam 1 kor 13:4 dikatakan bahwa

Apa yang ditimbulkan oleh hikmat ini dalam hati manusia?
a)   Iri hati (ay 14).
Iri hati ini mewujudkan diri dalam ketidak-senangan melihat orang lain diberkati.
Dalam 1Kor 13:4 dikatakan bahwa ‘kasih itu ... tidak cembu­ru’. (Catatan: Kata Yunani yang diterjemahkan ‘cemburu’ itu sama dengan yang diterjemahkan ‘iri hati’ dalam ay 14 ini).
Jadi jelas bahwa iri hati merupakan sesuatu yang bertentangan dengan kasih. Kalau ada kasih, kita tidak akan iri hati, dan sebaliknya kalau ada iri hati maka disana tidak ada kasih!
Dalam gereja, seharusnya sikap yang benar adalah seperti yang dikatakan Paulus dalam 1Kor 12:26, yaitu kalau seorang menderita, maka semua ikut menderita, tetapi kalau seorang diberkati, semua bersukacita (bukannya iri hati / tidak senang!).
Paulus menggambarkan orang kristen sebagai anggota-anggota tubuh Kristus. Sekarang bayangkan, kalau mulut saudara menerima makanan, mungkinkah anggota tubuh yang lain, seperti tangan dan kaki, lalu menjadi iri hati / tidak senang? Ini betul-betul sesuatu yang tidak masuk akal, bukan? Tetapi anehnya, hal seperti itu sering terjadi dalam gereja! Orang kristen sering iri hati melihat saudara seimannya mendapat rumah baru, mobil, pekerjaan yang tinggi gajinya, pacar yang cantik, dsb.
Bahwa iri hati adalah sesuatu yang tidak bisa diremehkan / dibiarkan, terlihat dari pembunuhan yang dilakukan oleh Kain terhadap Habel, yang asal mulanya adalah iri hati!
Thomas Manton“The whole world, though otherwise empty of men, could not contain two brothers when one was envied” (= seluruh dunia, sekalipun sebetulnya kosong, tidak bisa menampung 2 bersaudara, dimana yang satu iri hati kepada yang lain).
Renungkan: kalau seluruh dunia tak bisa menampung 2 orang dimana yang seorang iri hati kepada yang lain, bisakah 1 gereja menampung 50 atau 100 orang dimana satu sama lain saling iri hati?
Karena itu, kalau saudara sering iri hati, sadarilah bahwa itu ditimbulkan dalam hati saudara oleh hikmat dari setan, dan bertobatlah! Mintalah Tuhan mengampuni dosa itu dan bahkan menyucikan diri saudara dari dosa itu.
b)   ‘Mementingkan diri sendiri’ (ay 14).
Ini adalah sikap masa bodoh terhadap orang lain, yang penting diri sendiri enak dan benar. Ini bisa mewujudkan diri dalam hal jasmani, misalnya pada waktu makan bersama kita mengambil makanan yang enak sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan orang lain. Tetapi ini juga bisa mewujudkan diri dalam hal rohani, misalnya kalau kita hanya memperhatikan kerohanian diri kita sendiri. Yang penting saya rajin berbakti, belajar Firman Tuhan, bersaat teduh, melayani dsb. Apakah orang kristen yang lain membolos dari kebak­tian, menjadi suam / mundur, jatuh ke dalam dosa dsb, itu bukan urusan saya.
Illustrasi:
Bayangkan orang yang berlatih angkat besi, dimana hanya satu anggota tubuh, misalnya lengan, yang diperhatikan dan dilatih, sedangkan anggota-anggota tubuh yang lain diabaikan. Pasti bentuk tubuh orang itu secara keseluruhan akan menjadi jelek sekali! Demikian juga kalau saudara hanya memikirkan pertumbuhan iman saudara sendiri, dan tidak mempedulikan pertumbuhan iman / kerohanian orang kristen yang lain. Pasti gereja saudara akan menjadi jelek bentuknya!
Penerapan:
Maukah saudara memperhatikan siapa-siapa yang membolos dari kebaktian / Pemahaman Alkitab, dan mendoakan / mendorong orang itu untuk bertobat?
2)   Apa yang mula-mula ada dalam hati itu akan memanifestasikan diri ke luar dan menimbulkan kekacauan dan segala macam perbuatan jahat (ay 16).
Ini mengajar kita 2 hal:
a)   Dosa dalam hati pasti akan memanifestasikan diri ke luar menjadi dosa yang kelihatan.
Contoh: kalau kasih saudara kepada Tuhan menjadi pudar, maka mungkin mula-mula saudara masih bisa mempertahankan aktivitas rohani saudara seperti biasa, sehingga semua itu tidak terlihat. Tetapi lambat atau cepat, aktivitas rohani saudara akan terpengaruh, misalnya menjadi malas berdoa, malas mendengar Firman Tuhan, segan dalam melayani. Mungkin juga dosa-dosa yang sudah saudara tinggalkan akan kembali lagi, dan hal-hal duniawi menjadi makin penting / berharga bagi saudara!
b)   Dosa yang satu selalu menarik pada dosa yang lain.
Setan sering mengajak kita untuk berbuat dosa dengan kata-kata ‘satu kali ini saja’! Mengapa? Karena dia tahu bahwa dosa yang satu selalu menarik kita pada dosa yang lain.
Karena itu dalam Ef 4:27 Paulus berkata ‘janganlah beri kesempatan kepada Iblis’ [NIV: do not give the devil a foothold (= jangan beri setan tempat berpijak)]. Kalau saudara memberi setan kesempatan / tempat berpijak, ia pasti akan menuntut kesempatan yang lain / tempat berpijak yang lebih luas, sampai saudara dikuasai dan dibinasakan­nya!




[1] Howard M. Gering, analisa alkitab hal 180.
[2]  Charles dan Everett, The Wycliffe Volume 3 Perjanjian Baru Hal 970.
[3] Charles dan Everet, Op. Cit., 970

No comments:

Post a Comment

KEKUDUSAN

    (IMAMAT 20 : 7) : “Maka kamu harus menguduskan dirimu, dan kuduslah kamu, Sebab Akulah Tuhan Allahmu. Konteks Historis Ayat ini memiliki...