Kitab Yakobus pasal 3 : 14-16
Pendahuluan
Dalam
bagian ini diperkirakan bahwa penulisanya adalah Yakobus anak zebedeus dan
Yakobus yang adalah saudara Tuhan kita. Di karenakan dalam perjanjian baru
hanya dua orang yang dikemukakan dalam surat ini, namun yang menjadi sasaran
objek yaitu Yakobus saudara Tuhan kita yang adalah penulis surat ini. Hal ini
dilihat dari pandangan tradinasional
tradisis Yahudi yang kuat dan ketetapan isi surat ini dengan catatan sejarah di
dalam perjanjian baru mengenai Yakobus saudara Tuhan kita, semuanya mendudukung
pandangan tradinasional mengenai kepenulisan surat ini.[1]
Latar
belakang
Surat
ini dikelompokan sebagai surat-surat umum karena pada mulanya dialamatkan
kepada suatu sidang pembaca yang luas dari pada jemaat lokal.di perkirakan
surat ini ditulis pada tahun 45-49 M. tujuan surat ini yaitu suatu peringatan
keras terhadap kesalahan praktek hidup. Pengajaran moral, untuk memperbaiki
keadaan seluruh jemaat. Surat ini juga
bisa di katakan sebagai kitab Amsal perjanjian baru atau bisa di katakan kitab
yang berisi kalimat yang digunakan untuk memberi kesan dan menggerakan hati
nurani, bila didengar terus, pengaruhnya akan menyentuh lubuk hati yang paling
dalam. Yakobus hanya menyebut dirinya seorang hamba Allah dan Tuhan Yesus
Kristus, para pembaca kitab ini ialah
kedua belas suku di perantauan, sebuah sebutan simbolik bagi Gereja Kristen
yang kini dipahami sebagai Israel baru, yang anggota-anggotanya terbesar didunia yang asing dan keras.[2] Jadi Yakobus tidak menulis suratnya kepada
suatu jemaat tersendiri, tetapi kepada kalangan Kristen yang tersebar di
seluruh daerah Mediterania. Salam yang di sampaiakan olehnya merupakan salam
yang secara umum terdapat di dalam surat-surat Yunani dan juga bentuk salam
yang dipakai di dalam surat yang dikirim ke gereja di Yerusalem yang berada di
bawah pimpinannya (Kis.15:23).[3]
ISI
KAJIAN
1.
Hikmat
dari dunia (ayat 15)
Ø Mula-mula
hikmat ini bekerja dalam hati.
Hal ini seharusnya bisa terlihat dari
ayat 14, tetapi ayat 14 dalam kitab suci Indonesia ada kekuranganny. Karena itu
perhatikan terjemahan dari NIV di bawah ini.
Ay 14 (NIV): “But if you harbor
bitter envy and selfish ambition in your hearts” yang berarti : tetapi
jika kamu mempunyai iri hati yang pahit dan ambisi yang egois di dalam hatimu.
Apa yang ditimbulkan oleh hikmat ini
dalam hati manusia ?
a. Iri
hati ( ay 14 )
Iri hati ini mewujutkan diri dalam
keditak-senangan melihat orang lain
diberkati.
Dalam 1 kor 13:4 dikatakan bahwa
Apa yang
ditimbulkan oleh hikmat ini dalam hati manusia?
a) Iri hati (ay 14).
Iri hati ini
mewujudkan diri dalam ketidak-senangan melihat orang lain diberkati.
Dalam
1Kor 13:4 dikatakan bahwa ‘kasih itu ... tidak cemburu’. (Catatan: Kata
Yunani yang diterjemahkan ‘cemburu’ itu sama dengan yang diterjemahkan ‘iri
hati’ dalam ay 14 ini).
Jadi jelas
bahwa iri hati merupakan sesuatu yang bertentangan dengan kasih. Kalau ada
kasih, kita tidak akan iri hati, dan sebaliknya kalau ada iri hati maka disana
tidak ada kasih!
Dalam
gereja, seharusnya sikap yang benar adalah seperti yang dikatakan Paulus dalam
1Kor 12:26, yaitu kalau seorang menderita, maka semua ikut
menderita, tetapi kalau seorang diberkati, semua bersukacita (bukannya
iri hati / tidak senang!).
Paulus
menggambarkan orang kristen sebagai anggota-anggota tubuh Kristus. Sekarang bayangkan,
kalau mulut saudara menerima makanan, mungkinkah anggota tubuh yang lain,
seperti tangan dan kaki, lalu menjadi iri hati / tidak senang? Ini betul-betul
sesuatu yang tidak masuk akal, bukan? Tetapi anehnya, hal seperti itu sering
terjadi dalam gereja! Orang kristen sering iri hati melihat saudara seimannya
mendapat rumah baru, mobil, pekerjaan yang tinggi gajinya, pacar yang cantik,
dsb.
Bahwa iri
hati adalah sesuatu yang tidak bisa diremehkan / dibiarkan, terlihat dari
pembunuhan yang dilakukan oleh Kain terhadap Habel, yang asal mulanya adalah
iri hati!
Thomas
Manton: “The whole world, though otherwise empty
of men, could not contain two brothers when one was envied” (= seluruh
dunia, sekalipun sebetulnya kosong, tidak bisa menampung 2 bersaudara, dimana
yang satu iri hati kepada yang lain).
Renungkan:
kalau seluruh dunia tak bisa menampung 2 orang dimana yang seorang iri hati
kepada yang lain, bisakah 1 gereja menampung 50 atau 100 orang dimana satu sama
lain saling iri hati?
Karena itu,
kalau saudara sering iri hati, sadarilah bahwa itu ditimbulkan dalam hati
saudara oleh hikmat dari setan, dan bertobatlah! Mintalah Tuhan mengampuni dosa
itu dan bahkan menyucikan diri saudara dari dosa itu.
b) ‘Mementingkan diri sendiri’ (ay 14).
Ini adalah
sikap masa bodoh terhadap orang lain, yang penting diri sendiri enak dan benar.
Ini bisa mewujudkan diri dalam hal jasmani, misalnya pada waktu
makan bersama kita mengambil makanan yang enak sebanyak-banyaknya tanpa
memikirkan orang lain. Tetapi ini juga bisa mewujudkan diri dalam hal
rohani, misalnya kalau kita hanya memperhatikan kerohanian diri kita
sendiri. Yang penting saya rajin berbakti, belajar Firman
Tuhan, bersaat teduh, melayani dsb. Apakah orang kristen yang lain membolos
dari kebaktian, menjadi suam / mundur, jatuh ke dalam dosa dsb, itu bukan
urusan saya.
Illustrasi:
Bayangkan
orang yang berlatih angkat besi, dimana hanya satu anggota tubuh, misalnya
lengan, yang diperhatikan dan dilatih, sedangkan anggota-anggota tubuh yang
lain diabaikan. Pasti bentuk tubuh orang itu secara keseluruhan akan menjadi
jelek sekali! Demikian juga kalau saudara hanya memikirkan pertumbuhan iman
saudara sendiri, dan tidak mempedulikan pertumbuhan iman / kerohanian orang
kristen yang lain. Pasti gereja saudara akan menjadi jelek bentuknya!
Penerapan:
Maukah
saudara memperhatikan siapa-siapa yang membolos dari kebaktian / Pemahaman
Alkitab, dan mendoakan / mendorong orang itu untuk bertobat?
2) Apa yang mula-mula ada dalam hati itu
akan memanifestasikan diri ke luar dan menimbulkan kekacauan dan segala macam
perbuatan jahat (ay 16).
Ini mengajar kita 2 hal:
a) Dosa dalam hati pasti akan
memanifestasikan diri ke luar menjadi dosa yang kelihatan.
Contoh:
kalau kasih saudara kepada Tuhan menjadi pudar, maka mungkin mula-mula saudara
masih bisa mempertahankan aktivitas rohani saudara seperti biasa, sehingga
semua itu tidak terlihat. Tetapi lambat atau cepat, aktivitas rohani saudara
akan terpengaruh, misalnya menjadi malas berdoa, malas mendengar Firman Tuhan,
segan dalam melayani. Mungkin juga dosa-dosa yang sudah saudara tinggalkan akan
kembali lagi, dan hal-hal duniawi menjadi makin penting / berharga bagi
saudara!
b) Dosa yang satu selalu menarik pada dosa
yang lain.
Setan sering
mengajak kita untuk berbuat dosa dengan kata-kata ‘satu kali ini saja’!
Mengapa? Karena dia tahu bahwa dosa yang satu selalu menarik kita pada dosa
yang lain.
Karena itu
dalam Ef 4:27 Paulus berkata ‘janganlah beri kesempatan kepada Iblis’
[NIV: do not give the devil a foothold (= jangan beri setan
tempat berpijak)]. Kalau saudara memberi setan kesempatan / tempat berpijak, ia
pasti akan menuntut kesempatan yang lain / tempat berpijak yang lebih luas,
sampai saudara dikuasai dan dibinasakannya!
No comments:
Post a Comment